Rayuan Derma Pembinaan Asrama Dan Kelas Hafizah

Rayuan Derma Pembinaan Asrama Dan Kelas Hafizah

Assalamualaikum w.r.b.h.

Kepada muslimim dan muslimat yang di rahmati ALLAH S.W.T.

PROGRAM AMAL BACAAN TADARUS AL-QURAN, YASIN DAN TAHLIL UNTUK ARWAH SEMPENA BULAN RAMADHAN AL-MUBARAK

Dengan hormatnya merujuk pekara diatas, sukacita dimaklumkan bahawa pihak DARUL ULUM IHYA ULUMUDDIN akan menganjurkan program amal bacaan tadarus Al-Quran, yasin dan tahlil untuk arwah sepanjang bulan Ramadhan Al-mubarak. Bacaan tadarus Al-Quran, yasin dan tahlil akan dibaca oleh pelajar-pelajar hafiz dan hafizah bersama para ustaz dan ustazah di Darul Ulum ini.

Bacaan tadarus Al-quran dibaca selepas solat subuh dan selepas solat tarawih sebanyak 5juz setiap hari manakala yasin dan tahlil dibaca sebelum waktu berbuka puasa pada setiap hari sepanjang bulan Ramadhan Al-mubarak.

2. Untuk tujuan itu, pihak Darul Ulum mengalu-alukan kepada muslimin dan muslimat mengambil bahagian dengan kesempatan ini untuk berbakti kepada arwah terutamanya ibu bapa dan ahli keluarga yang telah meninggal dunia dengan menghadiahkan pahala bacaan tadarus Al-quran, yasin dan tahlil kepada mereka.

Kepada muslimin dan muslimat yang ingin mengambil bahagian sila isikan nama penuh arwah pada borang yang disediakan. Segala sumbangan ikhlas daripada pihak tuan/puan boleh dimasukkan kedalam akaun Darul Ulum diatas nama DARUL ULUM IHYA ULUMUDDIN no akaun (02060000202718 bank muamalat) @ atas nama Mohamad bin Abdul Khadir no akaun (152023203394 maybank) atau diserahkan kepada wakil yang di lantik oleh pihak Darul Ulum.

3. Pihak Darul ulum mengucapkan ribuan terima kasih kepada muslimin dan muslimat yang sudi mengambil bahagian dalam program amal yang akan di anjurkan ini, segala sumbangan ikhlas akan digunakan untuk pembelanjaan dan dana pembinaan bagunan Darul Ulum semoga amal jariah yang di lakukan mendapat keredhaan dan diterima Allah s.w.t. AMIN.

Sebarang pertanyaan:

Ust. Mohamad bin Abdul Khadir (017-5916566)

Ust. Mahar bin Murad (013-4726968)

Ust. Mohd Waliyallah bin Mohamad (012-4667684)

Ust. Ahmad Raihan bin Mohamad (014-3005526)

Atau Emel: ihyaidin@gmail.com

Asrama Lelaki

Asrama Lelaki

Banguan B (kelas)

Banguan B (kelas)

Bangunan Kelas Dan Asrama Pelajar Hafizah Di Dalam Pembinaan

Bangunan Kelas Dan Asrama Pelajar Hafizah Di Dalam Pembinaan

Bangunan Alimah Dan Hafizah (Wanita)

Bangunan Alimah Dan Hafizah (Wanita)

Isnin, 16 April 2012

Kisah Hari Perjumpaan Mualaf Tahunan Di Belanda

                                                                     AMSTERDAM  MOSQUE

MSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Lebih dari 500 orang menghadiri Hari Mualaf Tahunan Belanda yang Ketiga di Masjid besar Omar Al Farouk di kota Utrecht pada Minggu malam. Acara tersebut diselenggarakan oleh yayasan OntdekIslam dan Platform Nasional Belanda untuk Muslim Baru (LPNM).
Waleed Duisters, ketua LPNM, mengatakan pada kantor berita Kuwait, KUNA, bahwa statistik yang dirilis tahun 2007 menunjukkan bahwa terdapat 12.000 orang Belanda yang masuk ke agama Islam, sembari menambahkan bahwa jumlah aslinya mungkin lebih dari itu. Ia menjelaskan bahwa sangat sulit untuk memberikan angka pasti dari mualaf Belanda karena di negara itu tidak ada registrasi penduduk berdasarkan agama.

"Kami memiliki banyak mualaf baru karena itu tujuan dari konferensi ini adalah untuk membantu mereka menemukan jalannya baik dalam masyarakat Muslim maupun masyarakat Belanda pada umumnya," ujar Duisters yang masuk Islam 10 tahun lalu. Ia mengemukakan bahwa terkadang para mualaf baru menemui masalah karena pihak keluarga takut terhadap kepindahan itu dan masyarakat Muslim juga tidak tahu bagaimana harus berurusan dengan mualaf.

"Dalam masyarakat Belanda, terdapat orang-orang yang merasa skeptis terhadap Islam dan terkadang kami memiliki kasus mualaf yang menemui masalah besar dengan keluarga mereka. Kami ingin membantu mereka menjalani hidup tanpa ada masalah," ujar Duisters.

Pertemuan besar para mualaf Belanda dan kaum Muslim yang berasal dari Turki, dunia Arab, dan Suriname itu mendengarkan ceramah oleh beberapa pembicara internasional seperti Hussein Ye dari Malaysia dan Pierre Vogel dari Jerman serta para pembicara muda Belanda seperti Ali al Khattab dan Elsa van de Loo yang merupakan perwakilan generasi muda Belanda untuk PBB.

Tujuh warga Belanda, termasuk tiga wanita, memeluk Islam saat konferensi pada hari Minggu. Duisters mengatakan, "Islam telah memperkaya kehidupan saya. Saya memiliki hidup yang stabil. Saya tahu apa yang harus saya ajarkan pada anak-anak saya untuk menjadi Muslim yang baik dan warga negara Belanda yang baik."

Ia mengatakan bahwa jumlah Muslim di Eropa meningkat. Semakin banyak orang yang masuk agama Islam karena mereka banyak mendengar tentang Islam sehingga mereka ingin tahu mengenai agama ini dan mulai membaca Al-Quran dan Hadist.

Namun, ia juga menyalahkan kaum Muslim karena tidak berbuat banyak untuk menjelaskan Islam.

"Kaum Muslim di Belanda memiliki banyak kesempatan untuk memberikan gambaran yang baik namun seringkali mereka gagal melakukannya," keluhnya.

"Ada juga masalah lain bahwa kaum Muslim tidak berintegrasi ke dalam masyarakat Belanda," ujarnya.

"Kita harus hidup sebagai seorang Muslim di Belanda tapi juga di dalam masyarakat Belanda. Jika kita tidak melakukannya, kita akan tetap menjadi kelompok yang aneh. Kami menyarankan kepada kaum Muslim untuk terlibat dalam masyarakat Belanda," ujarnya.

Marck Reuvers, seorang jurnalis yang mengurusi pers dalam konferensi itu, mengatakan bahwa "ini adalah hari yang istimewa. Ini adalah yang disebut dengan hari mualaf di Belanda."

"Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperlihatkan bahwa kaum mualaf juga bagian dari umat yang lebih besar," ujar Reuvers yang masuk Islam di tahun 2007. "Saya mencari sesuatu yang membuat hidup saya lebih bermakna. Setelah menjadi seorang Muslim saya memiliki tujuan dalam hidup. Saya merasa sangat bahagia dan nyaman," ujarnya.

Abdel Krim masuk agama Islam pada tahun 2008. Kini ia bersiap menjadi pekerja sosial. "Saya membutuhkan Tuhan dalam kehidupan saya. Saya senang dengan kisah-kisah Ibrahim, Musa, Yesus, namun saya tidak suka gambar-gambar di dalam gereja dengan Tuhan berkulit putih," ujarnya.

"Namun saya terlalu mencintai Yesus dan Musa dan saya menemukan mereka dalam Islam. Peraturannya jauh lebih murni. Tidak ada rasisme dalam Islam," ujar Muslim muda Belanda berjenggot ini.

Ia mengatakan bahwa seorang mualaf harus menjelaskan banyak hal kepada masyarakat Belanda setelah masuk Islam. "Kau berhenti minum alkohol, berhenti merokok, berhenti menggunjing. Sehingga orang-orang di lingkunganmu akan bertanya mengapa kau tidak minum alkohol, mengapa kau memelihara jenggot," ujarnya.

Mallen van der Putten, yang juga merupakan seorang jurnalis yang bekerja untuk radio Islam Belanda, mengaitkan sebuah kisah aneh dengan kepindahannya ke Islam. Ia masuk Islam enam tahun lalu. Van der Putten mengatakan bahwa suatu hari ia mengatakan beberapa hal buruk pada seorang Muslim. Kemudian ia mengatakan pada dirinya sendiri, "Kenapa saya mengatakan hal-hal buruk tentang Islam sedangkan saya tidak tahu apa-apa tentangnya?". Kemudian ia pergi ke toko dan membeli beberapa buku Islam dan terus membaca hingga akhirnya ia masuk Islam.

Ia mengatakan bahwa kaum Muslim harus berbicara pada orang-orang, pada tetangga, untuk menjelaskan Islam dan harus terjadi interaksi.

Elsa van de Loo, perwakilan anak muda Belanda di PBB, mengatakan bahwa ia masuk Islam satu setengah tahun lalu.

Ayahnya adalah orang asli Belanda sedangkan ibunya berasal dari Republik Dominika.

"Saya dibesarkan sebagai seorang Katolik tapi tidak mempraktikkan ajarannya," ujarnya.

Mualaf muda ini mengatakan bahwa ia mulai membaca Al-Quran dalam bahasa Belanda.

"Awalnya sulit bagi saya untuk memahami dan saya tidak banyak mengenal Muslim yang dapat menjelaskannya pada saya. Kemudian suatu hari saya bertemu dengan seorang gadis Muslim dari Maroko yang mulai menjelaskan tentang Al-Quran dan Islam," ujarnya.

"Banyak pertanyaan yang jawabannya saya temukan dalam Islam."

"Saya merasa sangat senang, Islam memberikan saya kedamaian. Dulu, saya selalu merasa gelisah, saya tidak tahu apa yang saya lakukan dalam hidup ini. Kemana saya melangkah. Sekarang saya memiliki jawabannya."

Ia mengatakan belum pernah menemui masalah dengan pemerintah Belanda karena mengenakan jilbab namun beberapa kritikus mengatakan, "Bagaimana kau bisa mewakili Belanda di PBB dengan memakai jilbab?"

"Saya katakan pada mereka bahwa pekerjaan saya terpisah dari agama saya. Ketika saya sedang bekerja, saya mewakili setiap orang di Belanda dan apa keyakinannya tidak akan menjadi masalah. Saya terpilih untuk posisi ini," ujar Elsa van de Loo. (rin/kn) www.suaramedia.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Arkib Blog

Sociable