Pengambilan Pelajar Baru

Pengambilan Pelajar Baru

Asrama Lelaki

Asrama Lelaki

Banguan B (kelas)

Banguan B (kelas)

Bangunan Kelas Dan Asrama Pelajar Hafizah

Bangunan Kelas Dan Asrama Pelajar Hafizah

Bangunan Alimah Dan Hafizah (Wanita)

Bangunan Alimah Dan Hafizah (Wanita)

Sabtu, 30 November 2013

Kenapa Pusat Dakwah Di India? Tidak Di Tanah Arab?



Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan, dan kami mencoba berbagi pandangan dengan sdr. sekalian.
Assalamumualaikum wr. wb.
Mari kita ungkap lebih dalam perihal pertanyaan ini, dan kita jangan termasuk seperti bani Israil yang menanyakan kenapa Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman itu terlahir dari Arab tidak dari bani Israil. Pertanyaan ini terlontar sangat wajar karena banyak Nabi lahir di kalangan bani israil, dan memang dari turunan Nabi Ishak As ini sangat banyak Nabi. Sedangkan dari Nabi Ismail As hanya satu Nabi saja, yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman.
Ummat Islam ini bukan hanya berada di arab, tetapi sudah sangat tersebar ke berbagai negara. Semua sejarah mencatat dengan baik perihal dakwah, Abi Waqash RA sampai ke negera Cina. Atau kisah-kisah lainnya. Kita boleh bayangkan dengan pikiran yang normal, tanpa ada pesawat atau kendaran yang sangat hebat saat itu, tetapi kaum muslimin telah menembus negara-negara untuk menyampaikan agama Islam yang mulia ini. Jika kita perhatikan daratan yang ditempuh, gunung yang tinggi dan suhu yang dingin, tetapi mereka terus bergerak ke negara-negara jauh. KERANA SEMANGAT APA yang menjadikan mereka berani meninggal tanah air dengan waktu yang sangat panjang itu. Hal ini boleh terjadi karena FIKIR yang menjunam ke dalam diri mereka seperti mana FIKIR NABI untuk menyebarkan Islam keseluruh daerah dan tempat. Apa FIKIR NABI itu? Allah swt dengan jelas dan lugas menjelaskan fikir dan kerisauan beliau itu dalam ayat Al-quran sendiri.
Perhatikan dengan ayat At-Taubah terakhir 128-129:
Sesungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. (At-Taubah: 128-129).
Para Shahabat RA dan juga para Ulama dulu sangat memahami perihal risau ini, mereka ini menyelami kisah Nabi bagaimana ke thaif, mereka ini menyelami kisah Nabi ketika mengajak kaumnya sendiri di mekkah, mereka ini menyelami bagaimana hijrah Nabi ke Madinah, bagaimana keluarganya sendiri ada yang menghina dan mau merencanakan membunuhnya. PADAHAL apa yang diinginkan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang mulia ini. Sebuah keselamatan dan keimananan bagi ummat manusia. Nabi kita bukan mahu harta yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya. Jadi para Sahabat dan juga para Ulama berani untuk keluar berdakwah jauh untuk menyebarkan Islam ini dengan harta dan jiwa mereka sendiri. Silahkan pelajari kisah-kisah penyebaran Islam ke Malaysia, dan terutama dengan kehadirannya orang-orang Arab di Malaysia. Kalangan Arab ini sangat berperanan dalam penyebaran Islam, dan menurut sejarah banyak dari kalangan Hadramaut yang ke Malaysia.
Kemajuan kaum muslimin di zaman Rasulullah SAW dan para Sahabat RA yang signifikan yaitu setelah ditetapkannya tempat berhimpun dan menjalankan aktiviti ijtimaiyyah kaum muslimin. Masjid ini yang menjadi titik Utama di Zaman itu. Bahkan banyak penjelasan kaum muslimin dapat dilihat dari kedatangannya ke masjid. Dan banyak ayat dan juga hadist yang menjelaskan keutamaan terhadap masjid ini. Jika Allah swt dan juga Nabi kita menekankan pentingnya masjid, maka tentunya masjid ini mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan kaum muslimin dari masa ke masa. Kita dapat mempelajari perihal keutamaan masjid dalam kitab yang ditulis para Ulama.
Sehingga siapapun di dunia ini yang dapat menjalankan aktiviti-aktiviti masjid itu dengan baik seperti mana yang terjadi di zaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Dan terutama dengan aktiviti dakwah Islam, kerana dakwah Islam ini mempunyai menampakkan perubahan dari tidak taat menjadi taat kepada perintah Allah s.w.t.. Kita kaum muslimin sangat dianjurkan untuk menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat yang mungkar. Dari jelas dakwah itu merupakan aktiviti untuk melakukan perubahan dari yang tidak diredhoi menjadi yang diredhoi Allah swt. Sehingga jika daâkwah ini dijalankan di masjid, maka dengan sendirinya kesan masjid itu akan masuk ke dalam rumah-rumah kaum muslimin. Dan dakwah ini tidak mungkin dijalankan kecuali dengan ijtimaiyyah jika dilakukan di masjid kita.
Ada satu ayat yang sebenarnya cukup penting dipelajari dengan baik, bagi kaum muslimin yang menjalankan aktifitas dakwah ini,

yaitu Ali-Imran:104. Dalam ayat ini terdapat kata waltakum minkum .. terdapat dua penjelasan terhadap ayat ini oleh kalangan Ulama yaitu Membentuk sebagian dari kaum muslimin dan membentuk Ummat Islam sebagai Ummat Dakwah ... Tetapi keduanya pada prinsipnya adalah sama untuk mendorong aktiviti dakwah itu sendiri. Yang namanya membentuk .. tentunya mencetak atau menjadikan seseorang menjalankan usaha dakwah. Jika dilakukan di masjid, maka secara kemestian perlu dilakukan tertibnya atau panduannya dengan baik. Dalam hal ini kita sendiri dapat menyusun cara yang sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
Masjid Nabawi di Arab belum menjadikan sebagai pusat dakwah, tetapi masih dijadikan sebagai pusat pengajaran dan pendidikan (taklim) Islam. Kerana tentunya para Ulama sendiri sangat memahami apa pengaruh (efek) dari dakwah itu sendiri. Dakwah itu akan memberikan perubahan ke setiap lingkungan masyarakat, dan tentunya akan memberikan impak yang kuat untuk orang ramai untuk berdatangan ke masjid itu sendiri. Kaum muslimin sekarang juga datang ke masjid Nabawi, itupun sebenarnya kerana pengaruh dakwah (ajakan) meskipun caranya mungkin dari kata-kata ringan. Sehingga banyak juga kaum muslimin akhirnya untuk belajar di masjid Nabawi. Tetapi jika menjadikan pusat dakwah, maka akhirnya akan disebarkan ke berbagai negeri untuk menyebarkan Islam. Dan nantinya secara sendiri akan banyak orang datang ke masjid Nabawi ini, dan seterusnya kembali menyebarkan Islam. Dan akhirnya menggerakan semua aktifitas lainnya, seperti taklim, ibadah dan juga khidmat atau muamalat.
Waktunya akan datang, para Ulama di arab sendiri terutama yang mendukung kuat usaha dakwah dan tabligh seperti Syeikh Abu Bakar Al-Jazairi juga merupakan orang yang sangat paham tentang usaha dakwah, tetapi perlu mempertimbangkan dengan hikmah dan dalam. Oleh karena itu beliau sendiri hanya menjelaskan ketika ditanya usaha dakwah di masjid itu, bahwa usaha dakwah ini merupakan mutiara di akhir zaman. Jadi pengaruh dakwah dan taklim sangat berbeza hasilnya. Waktunya akan datang dengan sendirinya, ketika sudah siap semuanya. Jika tidak, maka akan sangat mudah dihancurkan dakwah ini oleh musuh-musuh Islam itu sendiri. Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa tentang perahu merupakan pelajaran terpenting bagi kalangan ahli dakwah, agar semuanya berjalan dengan sederhana dan maju. 
Dan Maulana Ilyas Rah beliau mula dari masjid yang sangat sederhana di daerah Nizamuddin, dan sekarang tersebar ke seluruh dunia bahkan tembus negara-negara Eropa, Amerika dan lain-lain. Bahkan beberapa tahun yang silam kaum muslimin Inggris sangat berkeinginan membangun masjid markaz ini menjadi masjid yang indah dan besar, dan hal ini disampaikan kepada maulana Inamul Hasan Rah, tidak dapat diiizinkan oleh beliau. Dan bahkan beliau mendorong untuk membangun masjid besar dan megah di England sendiri, dan hari ini menjadi perbincangan di England akan menjadi masjid terbesar di Eropah yang dibangun kalangan dakwah dan tabligh. Dorongan Maulana Inamul Hasan Rah itu sekitar 15 tahun yang lalu.
Kita boleh berkeinginan dan merencanakan. Tetapi juga kita harus menyakini bahwa Allah swt sendiri mempunyai rencana. Maulana Ilyas Rah hanya sebagai asbab saja untuk kaum muslimin, tetapi sebenarnya semua tertib itu telah tertulis dengan baik oleh para ulama dulu. Dan beliau ini hanya merongkai dari sumber-sumber itu yang saling berkaitan untuk menjadi sebuah model metoda dakwah dan tabligh, dan sekarang ijtihad itu telah banyak memberikan kesan dan pesan ke seluruh dunia, termasuk di kalangan orang arab sendiri termasuk para Ulama. Dan jika banyak mempelajari siapa Maulana Ilyas dan keluarganya. Kita akan mengetahui bahawa mereka juga merupakan turunan dari kalangan para Shahabat RA.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sociable